2009-10-05

J ..................... (Part 1)

(Di sebuah rumah sakit pada tahun 1959) “Tahan..Tahan.. bentar lagi sudah sampai ruang bersalin, sabar ..Tahan..!” Ada seorang wanita yang akan melahirkan, dan suaminnya yang sibuk menenangkan istrinya. Setelah berjam-jam akhirnya wanita itu melahirkan sepasang anak kembar laki-laki dan perempuan, tapi sayang nyawa dia harus dikorbankan, saat melahirkan yang pertama dia masih bisa bertahan, sedangkan saat pas mengeluarkan bayi yang satunya dia tak terselamatkan...

”Itulah sebab kenapa Louis selalu benci sama aku..dia tak pernah menganggap aku sebagai adik kembarnya..!”. Louren melihat kearah Louis yang sedang bermain bola di lapangan dari jendela kamar asramanya.”kenapa dia sebegitunya sama kamu Ren? Padahal kamu dan Louis lahir di dunia ini bareng – bareng kan?”, J bertanya pada Louren yang air matanya mulai menetes.”Aku sudah mencoba, ikut bermain, belajar dikamarnya, segala cara aku sudah lakukan tapi dia tetap mengacuhkan aku seperti parasit dalam hidupnya, semenjak ayah meninggal aku tidak pernah merasa mempunyai sesorang yang akan melindungi aku. Louis berubah semenjak ayah meninggal dia kejam, saat itu ayah sekarat dia hanya ingin bicara dengan Louis, aku tidak diperbolehkan masuk ke kamar ayah saat itu aku masih berumur antara 6-7 thn” Louren menghampiri J teman baru di asrama itu, J tiba-tiba muncul di Classic Musical School, dia diajak bersekolah di situ sama seorang kakek tua yang tinggal disebrang sekolah, kata pihak sekolah dia pindahan dari kota kecil disamping ibu kota. Dan kebetulan selama ini Louren tinggal sendiri di kamar yang tidak bisa dibilang kecil, furniture yang dikamarnya bernuansa victorian classic berwarna merah marun dan hijau gelap. ”Ayah kamu bicara apa ke Louis?” J yang sedang menyisir rambut lurusnya yang panjangnya se bahu, dan berponi tebal seatas mata. ”aku tidak pernah tanya sama Louis karena dia semakin jauh dari aku”, Louren juga sibuk menyiapkan alat musik biolannya untuk ke kelas.”Lagian aku tidak pernah ingin tahu..” J melihat Louren miris.”Ren jangan sedih lagi kan sekarang ada aku”. Louren senyum.

TENG-TENG..TENG-TENG. Bel sekolah sudah berbunyi menandakan sudah pukul 7 tepat. Dikelas yang suasananya sangat sepi dan gelap padahal murid di dalam kelas sudah penuh. J bertanya ke Louren ”Ren suasananya emang sepi? Kenapa tidak ada yang ngobrol satu sama lain?”. J bingung. ”Kalau sudah ada suara Bel semua murid harus tenang”. Louren menjelaskan, tak lama ada benda terbang di atas kepala J. ”Auh..” Louren yang duduk di depan J terkena tempat pensil yang lumayan besar, dari arah belakang ”JANGAN RIBUT!!” Louis yang berteriak dan melempar tempat pensil itu. Louren tidak permasalahkan hal itu, dia diam karena dia tahu kalau Louis bisa melakukan apapun yang dia mau, bahkan Louren pernah bercerita kalau Louis pernah menonjok muka dia saat Louren melewati jalan Louis. J hanya bisa melihat teman yang baru dia kenal diperlakukan seperti itu.

Mr. Vion masuk kelas, ”selamat pagi anak-anak?” dia langsung duduk di meja guru. ”PAGI..Mr” semua murid menjawab kecuali J, yang masih syok melihat Louren. Mr. Vion mengajar harmonisasi musik, sekolah ini mengajar tentang musik. Tidak ada yang membawa buku tapi hanya membawa alat musik masing-masing murid punyai. Di tengah pembelajaran Mr. Vion melihat muka pucat LOuren. ”Ouren kamu sakit? Wajah kamu pucat”. Mr. Vion bertanya. ”Pucat? Saya tidak sakit Mr”. Louren berkelit. Louren adalah murid kesayangan Mr. Vion dia tahu masalah tentang Louren dan Louis, dia teman dekat ayah mereka, dia tahu masalah kenapa Louis tidak senang dengan Louren. dia yang menceritakan kepada Louren, tentang semua terjadi dimasa lalu. Dan dia sering mencoba bicara pada Louis, tapi Louis tidak pernah menanggapi dengan serius dia tetap dipilihannya yaitu membenci Louren hingga mati.

J


Jam istirahat datang Louren dan J, pergi menuju asrama kantin tempat ini asramanya para petugas sekolah, seperti penjaga sekolah, pembersih ruangan, petugas lainnya yang bekerja di sekolah ini. J bertanya sama Louren , ”Ren disini makanan yang lezat apa?”. ”di sini? Aku gak pernah jajan setiap istirahat, biasanya aku ke kamar karena di kamar masih ada makanan dari Mr. Vion, dia suka memberi aku makanan cemilan”. Jawab Louren, ”oh yaudah kita kekamar sekarang!” ajak J. Di perjalanan menuju kamar mereka, ada yang lari dari asrama pria dan dia menabrak pundak Louren. ”Auh!” sakit Louren, dia melihat kearah J dan langsung lari dan gak minta maaf kepada Louren. ”Eh jangan Lari!” J yang berusaha untuk mengejar. ”Jangan J, dia teman aku!” Cegah Louren. ”Hah, temennya kamu? Walaupun dia temen kamu tapi dia udah buat kamu Jatoh!” kesal J, Louren berdiri ”Aldo, namanya! Dia baik kok sama aku, tapi dia kayak ketakutan gitu .. mungkin dia lagi buru-buru kali”, Louren membela. ”Tapi Ren dia itu ..” J kesal, ”Udah gak papa kok”, Louren memotong ucapan J. ”Ren! Kamu jangan gitu, jangan suka ngalah sama orang. Dan Jangan mau diperbudak sama saudara kamu itu, sekarang kan udah ada kesetaraan perempuan! Kamu jangan ngalah mulu Louren!”, kesal J. ”oh ya? aku gak pernah dengar adanya kesetaraan perempuan? Pasti itu didaerah kamu kan?”, tanya Louren, ”iya sih kayaknya memang baru didaerah aku aja”, jawab J.

”Oh iya, kata kamu laki-laki itu namanya Aldo?”, tanya J yang sedang siap-siap untuk tidur. ”Iya namanya Aldo, dia dikelas Basic Piano”, Louren yang sudah rebahkan badannya ke tempat tidurnya, ”oh iya dia punya sixsent loh!”. ”Oh yah? Ehm.. dia punya perasaan sama kamu?” curiga J, ”Ah, gak.. dia gak ada perasaan apa - apa sama aku”, mata Louren sudah mulai mengantuk. ”kamu sendiri?” J penasaran, ”aku tidak pernah punya perasaan apa-apa ke dia, apa jangan-jangan kamu yang ada perasaan sama Aldo?”, Louren tanya. ”Loh kok jadi aku! Udah – udah ini kan dah malem”. J menarik selimutnya ke kepalannya, sedangkan Louren tertawa geli mengejek J, ”baru aku liat dia ketawa seperti itu, padahal hidup dia sungguh miris menurut gw”, berbicara dalam hati J. ”dan aku berharap kamu menyukai dia” sambung J dalam hatinya.

Keesokan harinya di kelas Louren diam seperti biasa, J tidak berani untuk berbicara sama Louren Karena dia tahu kalau dia mengajak berbicara Louren, Louis akan marah besar. Akhirnya J pergi ke toilet sendiri, ”Pak saya izin ke belakang?” J izin dengan Mr. Vion, ”Louren – Louren kenapa sih kamu takut banget sama kakak kamu sendiri” J berbicara dalam hati.

Setelah dari toilet J berpapasan dengan Louis, J yang tegang karena melihat tatapan sinis Louis, J yang muak akan ke sinisan dia keteman – teman Louren akhirnya. ”Louis, kenapa kamu jahat dengan Louren padahal dia adik kembar kamu sendiri!” J nekad untuk berbicara itu, Louis langsung menghentikan jalannya. ”Apa ada urusannya sama kamu?” Louis jawab dengan tatapan sinis dan dingin. J yang lebih emosi melihat wajah Louis yang tampa dosa, berbicara seperti itu dan ,dia langsung menonjok muka Louis dengan tangan kanannya. Louis terkapar kesakitan di lantai. ”kamu tahu itu yang dirasakan oleh Louren”, J sangat emosi ”memangnya Louren melakukan apa? Dia tidak pernah minta untuk dilahirkan dimuka bumi ini kan? Terus kenapa kamu masih masalahin itu sama Louren!”, J yang mulai mundur karena Louis sudah berdiri kembali, ”APA URUSAN KAMU! .. dan AKU MAU BUNUH DIA”, Louis berteriak sekenceng-kencengnya. J kaget mendengar teriakan dan perkataan Louis ”Kamu gila Louis, kamu gak waras, kamu kejam, kamu gak punya hati!”, J langsung lari sambil menangis mendengar perkataan Louis, yang sungguh menyakitkan bagi J.

Sesampainnya di kelas dengan mata yang berkaca – kaca itu J masuk kedalam kelas. Louren khawatir ”kamu kenapa? Kamu sakit? Kamu bilang sama aku!”, Louren cemas. ”gak aku terjatuh di kamar mandi, sakit jadi aku nangis”, J berkelit ”Kamu yakin?” Louren masih cemas. ”iya kamu gak usah cemas lagi!” J menenangkan Louren. Akhirnya Louren tenang juga. ”iya aku tidak cemas lagi”.

2009-09-15

Miracle Of Love Part 9 End (Married..)

Married..


Sudah 3 tahun gw pacaran sama Ina, dan gw juga udah lulus dari kuliah gw, gw ngambil Diploma III, jadinya udah selesai perkuliahaan gw tahun ini, Ina juga lulusnya bareng ama gw, walaupun kita beda kampus. Dia lulus dengan nilai sempurna, gak kayak gw lulus dengan nilai seadanya. Tapi gw bangga ama Ina, dia pintar laen ama Lonina dia sedikit kurang pintar. Oh iya gw udah kerja dari 1 tahun lalu, jadi bawahan bokap gw di perusahaannya, lumayan udah punya tabungan sendiri jadi gak tergantung ama si teteh lagi, Oh iya sekarang si Teteh nikah, sama teman sekantornya, syukur deh kirain gw jadi perawan tua, hehe..

” DiLa tolong ambilin piring-piring di kardusnya!”, nyokap gw sibuk ngurusin nikahan si teteh, si Ina ikut repot2 juga, kalo bokap masih gak percaya kalo anak perempuan satu2nya diambil orang, dia males ngebantuin toh banyak orang yang dibayar untuk mempersiapin pernikahan si Teteh. Dia emang gak mau rugi. Ina sibuk ngurusin tata bunga melati dan bunga2 lainnya, wajahnya selalu bersinar apalagi kalo disanding ama bunga2 yang banyak itu makin cantik, walaupun badanya masih gemuk, tapi gw gak peduli yang penting gw sayang ama dia, dan dia sayang ama gw. ” DiLa MANA PIRINGNYA?!”, Gw kaget nyokap teriak, Ina ketawa ngeliat gw. ” Iya Mah!”.

Acaranya dimulai ngeliat si Teteh nikah, pake kebaya cantik juga terus pasangannya juga ganteng namanya Rio, mudah2an bisa ngejagain teteh gw sampai maut memisahkan mereka. Temen teteh gw pastinya mereka dateng, buat ngasih selamet ama teteh gw. Gw belom ngeliat Ina, dimana ya?, ” DiLa ngeliat Ayah?”, Ina muncul menggunakan baju pesta warna coklat tua, rambutnya digerai, ” hah.. Belum dateng kali Na udah tunggu dulu aja”, Ina berdiri disebelah gw, ”baru liat dia dandan kayak gini, kalo kita nikah pasti lebih cantik deh dia pakai kebaya” , ngeliatin Ina. Dan Ina sadar gw memperhatikan dia, ” Auu..uu, sakit Na”, Ina kalo malu pasti nyubit, ” jangan ngeliatin aku kaya gitu aku kan malu, DiLa”, Ina makin lucu kalo lagi marah. ” Kak Ina”, adik perempuannya dan adik laki2nya udah dateng, mereka bareng ama Ayah Ina dan istrinya, hubungan mereka memang membaik apalagi ama ibu barunya mereka seperti teman deket dan dia sangat sayang sama Ina, semenjak Ina siuman mereka semua tinggal di rumah Ina yang besar itu, syukur deh Ina gak akan kesepian lagi. ” maafin Ayah ini gara2 mamah pusing, pilihin baju buah Lili ama buat Leon”, gw cium tangan sama ayah Ina dan mamahnya. ” Gak apa2 kok yah, lagian acaranya baru aja dimulai”, Ayah Ina nanya ”, Mana orang tua kamu DiLa”, gw lagi ngobrol ama adik2nya Ina yang masih berumur 11 dan 12 thn. ” oh mereka lagi nemenin si Teteh di depan, Om!”, gw lagi maen suit ama Lili adik paling kecil Ina, ” Oh yaudah Om sama Tante kedepan ya, Leon, Lili tunggu sini, Ina jagain mereka ya”. Ina jawab ” iya Yah, kan ada satpamnya,hehe..!”, sambil ngeliat kearah gw. Gw emang udah deket ama mereka. Di belakang ada yang nepok, ” woi.. udah aja bikin keluarga baru aja ikutin kakak lu yang kawin, lu udah pantes gendong anak tuh!”, Bono ngeledek, Bono juga lulus dengan nilai yang seadanya sama kayak gw. ” iya nanti nyusul iya gak Nal”, gw jawab dan Ina tersenyum, mukanya memerah...

The End..

Miracle Of Love Part 8 (Rumah Loina..)

Rumah Loina..


Sejak kejadian yang lalu itu gw yang ngejagain dia dirumah sakit, ternyata Loin sangat mirip dengan Loni, dia perhatian, selalu senyum, tapi dia lebih supel, kalo Loni lebih pendiem.

” DiLa, pada saat aku koma masa aku mimpi, kalo aku ngasih gelang ini ke kamu di depan gedung yang tinggi, kita lagi berteduh disana karena ujan besar, tapi saat aku sadar masa gelang ini ada di lengan aku, padahal aku mimpi kan?”, Loin bingung, sambil ngeliatin gelang itu, ” itu bukan mimpi, itu kenyataan, tapi pada saat itu sosok kamu di ganti sama Loni”, gw ngejelasin sambil ngebantuin Loin beres2, karena Loin keluar rumah sakit hari ini. ” Iya, jadi semua itu nyata? aku nonton sama Kamu? Jadi itu bukan mimpi ”, Loin melipat bajunya. Gw kaget jadi yang pas di mall itu itu bukan Loni tapi dia Loin, pantes dia lebih nyata, dia lebih beranin ngomong. ” Iya itu nyata, nyata banget”, gw ngeliat Loin. ” Loin, kamu jangan buat aku lupa sama sosok kamu lagi ya? Gw ngerasa kehilangan, mungkin karena gw ngerasa kesepian dan perasaan kamu ke aku jadinya Loni ingin ngebantuin kita ”. Gw ama Loin saling ngeliat,

” mungkin. Loni tau apa yang gw rasain”, Loin menguluarkan air mata, dan gw memeluk dia. ” Mungkin Loni adalah hati kecil kamu, yang ingin kamu jujur sama hati kamu sendiri, jadi mulai sekarang kamu gak boleh maen rahasia-rahasiaan Lagi ama aku, OK Loin!”, Gw ngehibur Loin yang lagi sedih. ” DiLa jangan panggil gw Loin, panggil aja aku Na atau Ina, OK!”, Loin eh.. Ina tersenyum, gw peluk dia lagi..”dia tau gak ya jantung gw berdetak kenceng bgt”...

Abis salam ke semua suster dirumah sakit itu, gw anterin dia kerumahnya, sesampainya dirumahnya ternyata rumahnya sepi tapi sekitarnya ramai selayaknya rumah, model rumahnya clasic banget, "Ayah kamu kemana?”, gw nanya ke Ina, ” Mungkin dia dirumah istrinya”, wajah Ina murung banget,” Tapi gw yakin Ayah sering kesini, kata suster dia juga sering ke Rumah Sakit, walaupun sekarang dia gak bisa dateng karena keluar kota”, Ina lega melihat rumahnya tertata masih rapih dan gak ada sedikit pun debu yang tampak. ” Oh iya..Na, kata dokter kamu harus lebih banyak istirahat, sekarang kamu tiduran dulu aja ya gw buatin teh buat kamu, dapurnya dimana?”. Loin nunjukin dapurnya.




Rumahnya terlalu besar kalau ditempati untuk 1 orang. ” Na, kamu sendirian dirumah segede ini? Gak takut Na?”, gw ngilangin rasa takut gw pada suasana yang sangat sepi, gw masih parno sama kejadian di Rumah sakit itu. ” Engga, biasanya ada adek2 aku, mereka tinggal disini, tapi karena disini gak ada yang ngejagain mereka, mungkin ayah kawatir kalau mereka tinggal sendiri, tampa ada aku”, Ina nyamperin gw ke dapur. Untung deh ada temennya, ” Eh..kamu kan harus banyak istirahat sekarang tiduran aja!”, mudah-mudahan Ina gak pergi. ” gak ama gw aja lu kan tamu, lagiankata Lonina kamu penakut, iya?!”, Ina ngambil cangkirnya dari tangan gw. ” gak, kata siapa? Ah Loni suka becanda emang .. .. .. yaudah deh gw temenin aja ya,”. Ina tersenyum.

Miracle Of Love Part 7 (LOINA..)

LOINA


” Dia di Rumah sakit PMI, kamu harus bertindak cepat karena, kalau dia tidak punya alasan untuk hidup nyawanya akan semakin lama akan menjauh dari jasadnya, karena udah 2 bulan lebih dia tidak sadar. Dan dia bisa meninggal, kamu harus bangun kan dia ”,

” Apa bisa Meninggal?”, gw udah lari. ” Tapi Kamu gak ikut, Lon?”, gw berhenti.

” Aku sudah gak ada waktu lagi, sekarang waktu udah menunjukan jam 12 malam, ini tepat aku sebulan di dunia ini, maaf aku gak bisa bantu kamu, Pergi bangunkan dia, bangunkan Loina, bangunkan dia aku mohon”, gw lari tapi masih mendengar perkataan Loni yang samar-samar.





Sambil lari mengambil motor ke rumah, ” Dan gw mulai ingat, jadi Loina sangat mirip dengan Lonina, jadi cewek yang waktu SMU itu gw tabrak itu Loina, iya gw inget senyumnya sangat percis sama Loni, bahkan gw jadi suka sama Loni karena senyumannya, pantes gw pernah melihat senyuman Loni, gw inget seseorang, yaitu Loina. Tapi kenapa gw sempet lupa akan sosoknya”,

” Dia yang ingin kamu melupakan sosoknya,. Karena selama ini dia pikir kamu cinta sama orang lain yaitu Hany, abis dia ngeliat kamu menembak hany, dia syok terus yang pas pulang dia dengar kalo ayah akan nikah lagi, dia gak terima, dia marah dan ayah memukulnya sampai dia pingsan, dan koma ”, suara Loni yang masih ngejawab pertanyaan2 gw.

Sesampainya di rumah sakit, gw langsung ke meja informasi Rumah sakit. ” maaf sus, disini ada yang namanya, Loina ”, dan suster itu pun mencari dibuku maupun di komputer, ” Loina, bentar ya mas emh..emh,” suster ini lama banget, ” Cepet dong Mba, saya buru2 nih Mba..!”, gw gak sabar. ” I..Iya ini ada Kok mas, kamar Vip Melati 1. ruangannya di bagian belakang mas”, gw langsung lari ke Motor dan jalan ke bagian belakang rumah sakit.

Saat gw mau ke kamar itu suara Loni masih terdengar, jelas di kuping gw walaupun makin lama makin terdengar samar-samar.

” Dimana sih Ruangannya, mana lagi dokter ma susternya, eh itu ada mas2, mas..mas, tau ruangannya Vip melati 1?”, Mas2 itu berbaik hati mau nganterin gw ke kamar Loina, di Lift.

” Mas mau ngapain malem-malem ke rumah sakit kayak gini, ini udah jam 12 lewat loh mas ”,mas mas itu menunjukan jam tangan kearah gw, dengan tampang pongonya kayak indra birowo dan sedikit pucat.

” iya mas saya tau, tapi ini mendadak banget, ini menyangkut nyawa orang, mas,” gw makin was2 soalnya diliatin jam.

” Tapi mas kalo malem – malem kaya gini suka susah ngasih ijinnya mas,” si Emas gak mau diem.

” iya waduh tapi ini penting, bisa kali mas ”, dan Lift pun terbuka.

” tuh mas minta ijin dulu, ke sono. ”, masnya nunjukin meja informasi,

” Makasih ya mas, mas tuh emang Uoke!”, gw nyamperin meja informasi itu gw berpaling dari mas-mas itu, tapi Apa perasaan gw aja ya kok kayanya tuh masnya ngilang.

” Ada yang bisa saya bantu mas?”, suster nanya, gw masih ngeliatin kearah Lift

” Gini saya mau kekamar Loina, Vip melati 1 ”, Gw masih syok sebenernya

” Loina? Mas siapanya? Jangan – jangan mas itu..AdiLa ya?”. suster itu melihat gw.

Suster itu mau nganterin gw kekamar Loina, sambil tergesah-gesah, ” cepat dikit mas, soalnya kamarnya rada jauh”, Suster itu buru-buru. ” sus, kenal sama Loina?”, gw nanya sambil jalan cepat, mengikuti jalan Suster itu.” Dia sudah 2 bulan lebih dirawat disini. Jadinya saya kenal, ” suster menjelaskan. ”Terus saya kenal sama kamu karena Loina sering menyebutkan nama kamu, walaupun dia lagi koma.

Gw langsung merinding ngedengarnya, ternyata Loina bener sangat cinta sama gw, gw gak ngebolehin sampai dia meninggalkan gw, gw harus dapet cinta sejati gw dan bener2 mencintai gw






” Loina...Loina..Loin, bangun aku udah ngabantuin kamu, sekarang ada alasan kamu hidup Loina, bangun ..Bangun .Cinta kamu datang untuk membangunkan kamu Loina, Loni mohon Bangun Loina, kamu sudah lama didunia yang belum kamu harus masuki Loina.. LOINAA!”,

Mata Loina terbuka dan membangunkan badannya, berpapasan saat gw buka pintu kamarnya, suster kaget melihat Loina yang sudah siuman, suster langsung memanggil dokter.

Gw menghampiri Loina, dia belum sadar kalau gw ada disebelahnya, dia masih keliahatan pusing, dan saat dia meliahat kearah gw, ” AdiLa, kamu datang, jadi bener apa yang dikatakan Lonina ”, dia masih bingung dengan keadaan. ” iya ini aku AdiLa, aku dateng buat kamu Loin”, gw nyamperin dan memeluknya, gak tau kayanya perasaan gw kangen banget sama sesosok Loina. ” AdiLa ”, Gw melepas pelukan itu karena sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu. ” udah lama aku gak ngeliat kamu?”. Gw peluk dia sangat erat, dan gw lihat gelang yang waktu itu, Lonina beli saat 14 Februari, lalu.



Miracle Of Love Part 6 (Miracle Of Love)

Miracle Of Love..


” kamu kenapa Lon?”, gw mulai cemas, ” kamu pasti akan kaget ngeliat aku” Loni jalan kearah gw dan TRIIIIINNG, gw kaget langsung ada cahaya yang pernah gw liat waktu itu, ” Apaan nih, cahaya waktu itu Lon, ” gw langsung tarik tangan Loni dan ngajak Loni lari, tapi Loni diam tak bergerak, ” ayo Lon. Lon..”, gw masih narik Loni saat gw ngeliat kearah cahaya itu dan gw tersadar cahaya itu berasal dari Loni, gw terdiam tercengang ngeliat Loni, yang senyum kearah gw,
”DiLa, cahaya itu berasal dari aku, itu bukan setan yang kamu pikirkan sama Bono, dan sebenarnya aku udah gak ada disini lagi, aku udah gak ada dari 18 tahun yang lalu ”, Loni menjelaskan yang gw gak ngerti. ” maksudnya apa Lon?”, gw masih gak ngerti.

” Aku udah meninggal dunia sejak aku lahir ”, Sinar Loni makin terang. ” APA? Maksud kamu apa sih Lon, kamu udah meninggal ? tapi kenapa? kamu bohongkan aku masih gak ngerti Lon ”.

” Sejak aku lahir, aku hanya 2 kali menghela nafas. Dan aku meninggal, tapi kakak aku, lahir dengan selamat, dia bertahan hidup, sedangkan aku, aku tidak ada kesempatan untuk hidup, sekali aja..”, Loni meneteskan air mata. ” kamu udah meninggal ? gak mungkin Lon ”, Gw makin lama makin gak percaya kata-katanya Loni . ” DiLa biarin aku ngomong dulu, waktu aku udah gak lama lagi ”, nada bicara Loni rada keras.

” Aku terlahir kembar, kakak aku namanya Loina, dia ... sangat menyukai seseorang, perasaan ini selalu dia pendam, sampai akhirnya dia Koma ”,

” Loina? Koma? Aku masih gak ngerti, Loni”, gw bingung

” Dia menyukai seseorang yang bernama AdiLa, aku gak mau ngecewaiin dia, seseorang itu adalah Loina, aku tahu semuanya dari Loina..!”

” Dia suka ama aku, kenapa ? aku gak pernah ketemu Loina, aku gak kenal sama dia Lon”,

” Tapi dia kenal sama kamu, bahkan dia tau nama panjang Kamu, AdiLa Pramanamuda, dia sangat mencintai kamu ”,

” Tapi kok bisa, kamu tau semuanya sedangkan kamu udah gak ada di dunia ini?”

” Dia Koma, dan dia menghampiri aku, dia bilang........

Loni, aku kangen sama kamu, sayangnya kita gak bisa lama – lama bersama hanya beberapa detik saja, Loni aku sedang menyukai sesorang loh, namanya AdiLa, Panjangnya AdiLa Pramanamuda.. tapi sayang perasaan ini akan jadi cerita aku sama kamu Lon, karena dia sudah menyukai seseorang bukan aku Lon.... lagian aku udah lama gak bangun dari tidur panjang ku, sebenarnya aku mau menyatakan cinta ini pada dia tapi aku gak bisa bangun dan aku terlalu penakut untuk menyatakan perasaan ini.. aku takut.. tolong aku Loni.. Lonina

” Dari kata-katanya itu dia seakan mau minta tolong, untuk memberi tahu bahwa dia sangat mencintai kamu”,

” Apa, tapi aku gak pernah ketemu dengan dia, Loni!” ,Gw udah mulai ngerti.





” Waktu itu kamu menabrak seorang wanita tambun, tapi kamu yang jatuh, karena badannya sama kayak aku, pada waktu itu kamu ketawa, dan gak marah, bahkan kamu ngomong..

Kamu gak apa-apa?, maaf ya saya jalan gak liat-liat, sini gw bantu ngambil buku- bukunya.

” Dan kamu membantu Loina mengambil bukunya yang jatuh, dan dari situ dia mulai memperhatikan kamu, bahkan dia tau kamu sempat suka sama Hany anak manja itu. Dia tau semua tentang kamu”,

” Jadi.... dia Loina ..!”, gw kaget

” Iya dia cinta sejati kamu, hampiri dia jangan kamu tinggalkan dia sendirian lagi karena sejak ibu meninggal, ayah selalu memikirkan istrinya yang baru, dia koma karena dipukul sama ayah karena Loina gak setuju kalau dia menikah lagi dan dia gak mau hidup lagi, karena dia pikir orang yang paling dia sayangi, sudah tidak menyayangi dia lagi ”, Cahaya Loni mulai tidak seterang pada saat gw liat tadi, cahayanya mulai memudar.

” Ini adalah kekuatan cinta loina, dia gak mampu untuk bicara, tapi karena keajaiban itu, akhirnya aku datang, ini adalah kekuatan Cinta Loina untuk kamu, agar kamu tau seberapa dalam cinta Loina ke kamu”,

” Sekarang dia dimana Lon, dirumah sakit mana?, sekarang gw inget Lon, dia dimana Lon?”, Gw ngerti. Dan gw inget, gw sering ngobrol dengan dia karena dia temen SMU dan. Dia selalu mengatakan keajaiban pasti ada, saat ada perlombaan bola, kaki gw cedera sedangkan yang jago bola hanya gw ama Bono, dia bilang

Keajaiban itu ada kok jadi kamu tenang aja, dan cedera itu hilang saat gw lanjutin pertandingan bola, walaupun gw sering ngobrol ama dia tapi gw gak tau namanya, ternyata namanya Loina. Hari itu dia mampir kekampus gw, pas melihat gw lagi menyatakan cinta sama hany dia lari. Dan gak pernah ketemu sama gw lagi.